Halaman


Senin, 16 Agustus 2010

Ekuilibrium cinta.

Elok, cantik, smart, modis, tajir. Semua kata-kata itu yang terlempar dari mulut seseorang tentang Rany. Badan yang lamgsing semampai tapi berisi, dengan tinggi 171 cm membuat hamper sempurna cewe ini. Siapa yang tak kenal rani, primadona fakultas bahkan kompleks rumahnya. Kulit putih bersihnya membuat semua orang ingin merasakan lembutnya. Ya itulah rani. Berbeda sekali dengan kembaran nya Rina. Gadis sederhana, cantik, smart dan pendiam. Memang sangat berbeda sekali dengan kembarannya Rani.

Mereka lahir di Paris, Prancis. Ayah mereka ketua kedutaan Indonesia di Prancis. Dan sekarang mempunya usaha café dan tempat clubbing besar di Jakarta. Ibunya berasal dari Prancis. Terbayangkan betapa indahnya campuran Indonesia dan Prancis.

Rani dan rina meski kembar memiliki perbedaan sifat yang agak jauh. Memang dibidang prestasi akademik mereka berdua sama-sama menonjol, tapi tidak dengan kisah cintanya. Rani jauh lebih berpengalaman di banding rina. Rani merupakan cewe yang suka bosenan dan sering sekali gonta-ganti pasangan. Dia tak mau punya cowok yang gak punya mobil, ini juga harus dengan spesifikasi mobil kelas menengah keatas. Rani juga tak segan-segan berhubungan dengan orang yang sudah mapan dan beristri hanya untuk menyengkan hatinya, dan setelah bosan lalu dibuang. Berbeda sekali dengan rina,yang hanya baru satu kali pacaran dengan kakak kelasnya pas SMA dulu. Itu juga tak seperti gaya berpacaran pasangan muda-mudi lainnya. Itu juga hanya berlangsung sangat sebentar, 1 bulan.

Hari ini hari memulai kuliah mereka setelah libur semesteran. Mereka berdua baru semester 3. Mereka berada dalam satu fakultas tapi berbeda jurusan. Rani dengan gayanya yang elegan memikat berniat hari pertama kuliah pada semester baru ini adalah harinya. Efek penampilan bagi orang-orang yang selalu kagum dan menyukainya. Celana jins biru dengan kaus casual dtambah wangi yang membuat semua orang tergila-gila pada cewe cantik ini. Sementara rina memang sederhana, memakai pakaian yang biasa tapi tetap terlihat modis.

Tok.. tok…
“Non rani, non rina…. Taun sudah menunggu untuk sarapan dibawah”.
“ iya… sebentar bi.. lagi tanggung neh…” teriak rani pada pembantunya.
Rina langsung kebawah untuk bertemu ayahnya yang sedang sarapan tanpa berlama-lama dandan seperti Rani.
“Pagi yah…” sapa manis Rina pada ayahnya yang sedang duduk di meja makan lau mencium pipi ayahnya.
“Pagi juga…, mana kakak mu? Kok lama banget, ntar telat lho.?”
“ ah ayah kayak gak tau rani aja? Mandi aja ngonser dulu n make up nya juga sejam.. mau ke mall apa kampus seh? Hehehe..” ledek rina.
Rani turun dari kamatnya sambil setengah berlari saat menuruni tangga.
“Ayaaaah… mmmuach…” sapa Rani sambil mencium pipi ayahnya.
“Ehmm… wangi banget anak ayah yang satu ini?”
“Iya donk? Efek halo neh hehehe… penampilan tuh no, 1 hehehehe”
Kak.. cepet makannya ntar telat lho?
Ihh… sabar she… belumjuga makan….” Gerutu rani.
Iya.. udah jam 8 kurang 15 neh? Nanti kalian telat lho?” kata ayah.
“ Wah gawat? Benerjuga yaudah aku berangkat ya yah? Rin lo ja yang bawa mobil gue yah? Gue mau makan di mobil..”
“ huuu dasar.. yaudah deh yah aku berangkat dlu yah…”
Mereka berdua dengan cepat menuju ke garasai dan memacu mobil menuju ke kampus.
***

Keramaian kampus dan orang-orang yang berlalu lalang membuat kedua cewe ini kangen dengan suasanannya. Gedung-gedung fakultas yang menjulang serta mata kuliah yang negebuat pusing. Setekah memarkirkan mobilnya mereka berdua berjalan menuju fakultasnya yang tak jauh didepannya. Wangi, mungkin itu yang dirsakan orang yang berpapasan dengan rani. Sedangkan rina tetap sebagai cewe yang cool.

“hai rani, rina… sapa teman-teman kampusnya, tapi hanya teman yang disukai saja yang dibalas sapa oleh rani. Ini merupakan hari pertama kuliah setelah liburan. Mereka berdua berdua di pertigaan menuju depatetmen masing-masing. Rani bertemu teman segenk nya, maya dan nana. “Hai rani makin cantik ja lo” sapa teman nya. “hehehe iya donk, yuk masuk kelas gue mau hunting-huntung neh” jawab rani. “ ah dasar lo gak berubah ja kebiasaan lo hehehe” tambah temannya. Mereka bertiga masuk secara berbarengan, suda ketebak mata cowo2 melirik ke tiga cewe itu terutama pada rani yang indo-prancis.

Sebulan kuliah telah berjalan, ternyata rani punya saingan, ya, saingan dalam belajar. Seorang cowo pendiam yang cool banget. Remaja mesjid tapi modis. Namanya bayu. Rani sangat tidak menyukainya, bahkan bisa benci banget. Suatu saat nilai kuis mata kuliahnya kalah oleh bayu dan hanya selisih 2 poin saja rani sudah kesal tak karuan.

“sial tuh cowo, lain kali gue yang kalahin dia”. Rani memang cewe ambisius yang mau setiap keinginannya terpenuhi.
Pada siang hari yang terik, Bayu berjalan menuju kantin. Dia kaget melihat rina, tapi agak pendiam dan terlihat tidak mencolok. Ia coba beranikan diri tuk bertanya dan menyapa.
“Rani.. mau kekantin yaa..”
Cewe itu hanya terseyum dan senyum itu manis sekali. “aku bukan rani, tapi kembarannya Rina”
Sontak Bayu tambah kaget lagi kembar yang identik bagai paramaecium yang melakukan pembelahan biner ternyata mempunyai sifat yang jauh berbeda.
“ehmm.. mau kekantin ya?”
“iya..” jawab Rina.
“bareng yuk gue pengen ngobrol-ngobrol neh, boleh gak?”
Rina hanya mengangguk saja dan mereka pun berjalan berdua. Obrolan mereka tak terasa selama 2jam. Rina merasa senang sekali dan nyaman ngobrol dengan bayu. Akhirnya mereka berpisah untuk bertemu lagi besok.

kuliah pun terus berjalan. Rani seakan menyerah selalu kalah dalam hal apapun dengan bayu. Sampai suatu saat ada tawaran tes untuk beasiswa ke New Zealand. Rani ingin sekali ikut tapi tes nya sangat sulit dan dia butuh orang yang bisa mengajarkan dia. Teman segenknya menyarankan untuk belajar pada bayu. Tapi rina awalnya gak mau, dan dengan terpaksa rani mengiyakannya. Saat rani bertemu bayu langsung jurus jitunya dikeluarkan.
“ehm.. bayu..” sapa rani
“oh ya ada apa?” bayu hanya menoleh lalu melanjutkan jalannya.
“ih.. kok jalan terus seh? Gue mo ngomong ma loe?
“ ngomong apa? Ntar malah gue diincer ma cowo2 yang suka ma lo lagi?”
“ih apaan seh? Gue mo jadi temen lo?”
“hah? Bukan lo benci banget ya ma gue?”
“ah.. nggak kok.. yah gue bolehkan jadi temen lo?” sambil menyodorkan tangan nya pada Bayu.
Bayu hanya terdiam “ yaudah deh “ bayu menyambut sodoran tangan nya rani, dan rani tersenyum manis.
Hari esoknya. Bayu yang sedang minum dikantin kaget, karena rani tiba2 muncul didepannya.
“woy.. bengong aja? Ehmm… bis kuliah lo ada acara gak? Gue boleh minta ajarin sesuatu gak ma loe?”
“sesuatu? Apaan?”
“gue mo belajar donk ma loe? Boleh gak?”
Wajah bayu berubah heran, dan sangat terkejut.
“hah? Gak salah loe? Lo bukan kesel banget ma gue? Pa lagi lo kesel banget klo nilai gue lebih gede dari lo?
“ah biasa ja kali.. yahh..yah.. plisss…..” dengan memamerkan wajah cantik yang melas. Tak ada seorang cowo yang tahan bila di gitukan.
“duh ya sudah deh.. tapi gue kan bisa ja? Ya sudah gue lakukan semampu gue yah?”

Hari-hari terus berlanjut, tanggal tes beasiswa itu pun semakin dekat. Suatu hari bayu dan rina berpapasan di jalan. Mereka berdua saling seyum. Jelas mereka sudah sangat dekat, karena biar tidak hubungan langsung di kampus mereka berdua saling smsan dan komunikasi di dunia maya.

“rina.. kamu ada waktu luang gak? Makan bareng yuk?”
Rina hanya terseyum sambil menganggukkan kepalanya. Memang wanita yang sangat pendiam dan tak banyak omong. “Luarbiasa ni cewe” piker bayu dalam hati. Saat mereka berjalan berdua, tiba-tiba rani kembaran rina yang genit dan pecicilan langsung memegang tangan bayu. Langsung menarik sehingga bayu menjauh dari rina.
“Rin gue pinjem dlu ya bayu..”
“eh gue lagi ngobrol sama rina? Gimana seh? Jawab bayu risih.
“aaah ayo donk? Gak apa2 kan rin?” jawab rani sambil memaksa.
“iya gak apa2 kok.. bay lo ikut sama kakak gue aja..” jawab rina sambil menahan wajah kecewa.
“maaf ya rin” kata bayu sambil pergi menjauh dari rina.
Sakit. Rina tertunduk. “kenapa gue selalu kalah sama kakak gue? Apa kurang nya gue?”. Tak sengaja air mata rina menetes. Menangis. Menangis karena seorang yang mungkin sudah mengambil hatinya. Seorang yang mampu membuatnya nyaman. Seseorang yang dapat membuatnya rindu. “ ah kenapa seh gue? Apakah gue jatuh cinta sama bayu?, tapi, dia kan bukan siapa2nya gue? Ah gue gak kuat.

Hari pengumuman beasiswa itu pun tiba. Pengumuman itu terpampang di madding rektorat. Rani dengan ditemani bayu dan rina dengan serius memperhatikan pengumuman itu dengan sangat tegang. Akhirnya pada no. 34 terpampang Rina S. lulus beasiswa ke new Zealand. Sontak rian teriak dan melompat girang.
“ horeee… gue lulus bay.. rin… gue lulus beasiswa”
“Selamat ya ran” kata bayu.
“selamat ya kak…”
Huh.. makasih juga semua tapi untuk membuat kebahagiaan gue sempurna, hari ini, detik ini, geu akan dedikaasi cinta gue!!, Bay gue tuh suka banget sama loe, gue bener2 jatuh cinta ma lo.. mau kan lo jalanin hubungan ini ma gue?”
Wajah rina dan bayu sontak kaget. Mereka tak menduga, apalagi rina yang tau selera kakak nya bila memilih pasangan.
“ran bukan maksud gue begini, gue ajarin semua yang gue bisa karena gue pengen loe keterima di universitas New Zealand, gue sayang ma lo tapi hanya sebatas teman. Gue bukan orang yang cocok buat loe” jawab Bayu denagn dingin.
“tapi kenapa? Image gue yang matre dan suka gonta-ganti pasanagn ya? . Bay jujur semenjak gue kenal loe, selera gue berubah! Gak tau ini yang dinamakan sayang yang tulus buat seseorang. Gue baru ngerasain ini sama loe…”
“maaf banget ran, tapi sekarang udah ada orang yang sangat gue kagumin, dan gue benar2 cinta dia…”
“siapa orang yang beruntung banget, bisa lo cintain gitu? Siapa?” bentak rani sambil meneteskan air mata nya.
“Orang itu adik loe sendiri ran.., gue jatuh cinta sama Rina, gadis pendiam yang penuh misteri..”
Sontak rina yang berada disitu juga sangat terkejut dengan kejujuran bayu. Sedangkan rani terdiam saat mendengar bahwa orang yang sangat dicintai bayu adalah adiknya sendiri.

“ran.. bukan maksud gue nyakitin loe.. gue mungkin bukan orang yang terbaik buat loe. Gue dan rina keterima beasiswa ke Jepang, dan satu hal lagi pesan gue, jangan bermain dengan cinta dan perasaan. Karena itu sakral bagi setiap orang.”
Setelah berkata itu bayu dan rina meninggalkan rani yang duduk terdiam. “Biarlah rani merenungi apa yang telah ia perbuat selama ini, dan sesungguhnya ia akan mendapat pasangan yang cocok dengannya nanti” kata bayu pada rina. “iya” jawab rina dengan melempar senyum yang manis sekali.


The end

puisi untuk bapak dan ibu tardjo di kedawung

Salam ku dari bulan yang merindukan malam
Salam ku dari dinginnya embun malam
Salam ku dari hangatnya matahari dhuha
Salam ku dari hati yang bahagia
Salam ku untuk ibu dan bapak…

Ibu, bapak..
Kami temukan sebuah keluarga bahagia disini
Kami dapatkan hangatnya canda disnis..

Ibu, bapak..
Mungkin pertemuan kita sekarang memang sementara..
Tapi ini takkan lekang oleh waktu yang terus terjaga..

Ibu, bapak..
Kami temukan arti hidup sesungguhnya disini
Kami dapatkan arti loyalitas perjuangan disini
Yang takkan pernah kita dap[atkan secara sengaja…

Ibu, bapak..
Kami kan selalu merindukan suasana ini..
Suasana masyarakat kedawung..
Suasanan sejuk udara kedawung..
Dan..
Kesetiaan seorang petani kedawung..

Ibu, bapak..
Kami takkan melupakan kebaikan kalian
Maaf bila selama ini kami memang nakal dan malas
Tapi..
Ibu dan bapak memberi pelajaran yang luar biasa bagi hidup kami..

Ibu, bapak..
Jangan lupakan kami..
Kami sangat menyayangi kalian..

video gw sambutan hehehe

Selasa, 22 Juni 2010

IBUKU SEORANG DRAGSTER

IBUKU SEORANG DRAGSTER

Bbbrrrrrrmmmmm….. bbbbrrrrmmmm…… suara gerungan motor di salah satu jalan protokol kota Bandung. Ya, gerungan-gerungan motor itu berasal dari balapan liar di Bandung. Balapan liar yang hanya mengambil lintasan lurus saja. Dalam dunia balap di kenal Drag Race. Rata-rata pembalap drag hanya bermodal motor dan hanya helm sebagai peranti safety nya. Bahkan ada juga yang nekat hanya memakai kaos oblong, celana pendek dan sendal jepit.
Nama ku Rio, umur 13 tahun dan masih sekolah di salah satu SMP negri di Bandung. Rumah saya dekat dengan lokasi balap Drag itu. Balap Drag biasanya mulai pada pukul setengah satu malam dan bubar pada jam 3 atau setengah 4 pagi. Ayahku adalah seorang montir bengkel balap di salah satu bengkel terkenal di Bandung. Kadang-kadang ayah saya juga berperan sebagai joki drag sekaligus mekanik motor drag. Ibu ku adalah seorang penjual nasi di warung nasi di sekolahku. Warung nasi ibuku itu sangat laku di sekolahku, bahkan para guruku menyukai karedok buatan ibu ku. Kami sekeluarga hidup bahagia, walaupun tak semua hal bisa kami penuhi. Kata ayahku, tak peduli mau makan nasi dan garam asal saya bisa sekolah. Aku bangga sekali dengan kedua orang tua ku yang sangat sayang pada ku.
Malam rabu pukul 22.00 aku pamitan dengan ibuku. Aku ingin menonton balap Drag yang katanya reuni balap sang para raja Drag diseluruh bagian kota Bandung. Pukul 22.30 aku berangkat dengan temanku Umar dengan mengendarai motor matiknya. Memang luar biasa malam ini. Mungkin ini yang teramai selama 3 bulan terakhir aku menonton balap Drag ini. Ku lihat para joki dan teknisi nya sedang menyiapkan motornya. Yang tak asing dari suatu balapan yaitu taruhan yang diadakan para penontonnya. Bang bewok, adalah kordinator taruhan pada balap liar di dekat rumahku ini. Bang bewok sehari-harinya merupakan seorang penjual bakso keliling, dan kalau malam menjelma sebagai seorang pialang yang handal. Race pertama dilakukan oleh seorang dragster bandung selatan dan lawannya 2 orang genk motor di takuti di Bandung. Suara penonton riuh sekali menjelang start dilakukan. Saya yang masih beger ini suka sekali melihat wanita-wanita sexy yang menonton di balapan ini. Taruhan terkumpul sebesar tujuh juta rupiah. Akhirnya start dilakukan, mereka menggunakan motor drag bebek 2tak. Ttrrrreeeeeeeeeennngggggggggggggggggg……….. suara geberan kenalpotnya teriak sampai memekakkan telinga. Tak sampai 5 menit mereka sudah mencapai finish dan di menangkan oleh Dragster asal Bandung selatan dengan hadiah taruhan yang dikumpulkan ikut dibawa pulang oleh dragster itu.
Race kedua dimulai. Seperti biasa 3 orang dragster yang balapan. Saat aku masuk mendekati kerumunan orang, aku sangat terkejut pada penglihatan ku. Ayah ku berada di atas motor nya yang dia rancang sendiri untuk balapan drag ini. Aku menghampiri ayahku, dan berkata “ ayah.. kenapa ayah ikut balapan?? Ayah gak usah balap-balapan, kasian ibu nunggu di rumah”.
“io.. ini balapan terakhir ayah dan nanti ayah akan jadi montir saja dan tidak jadi joki lagi”
“tapi kenapa? Ayah gak usah balapan sekarang??”
“hadiah kali ini besar io.. sembilan juta, kan bisa lumayan buat tambah-tambah sekolah kamu”
Aku terkejut dengan perkataan ayahku, saat seperti ini masih saja memikirkan masa depan pendidikanku. Start akan dimulai, semua orang minggir dari jalanan. Tanda trompet tabung menandakan balapan dimulai, dan dengan pluit maka ketiga motor itu pun melesat cepat. Ayahku sempat unggul saat start karena motornya di setting dengan torsi yang besar dan korekan mesin yang hebat. Ayahku melaju paling depan. Tapi tiba-tiba ada seorang pengendara motor keluar dari gang pinggir jalan. Karena balap liar maka memang tidak ada kordinasi terhadap pengguna jalan lain. Ayahku kagek akan kemunculan motor yang datang dari gang tersebut. Ayahku memiringkan motornya ke arah kanan, tapi jaraknya terlalu dekat dengan pembalap no. 2. Karena dengan kecepatan yang tinggi maka motor oleng. Ayahku menyenggol motor pembalap di sebelahnya. Ggrrruuuusssaaakkk….. terdengak suara motor tabrakan lalu jatuh terseret dijalanan. Aku yang kaget dan khawatir, langsung membawa motor temanku Umar menghampiri suara itu. Aku melaju sambil menangis, karena aku khawatir akan keadaan ayah. Aku belum tau itu tabrakan pembalap yang mana atau ayahku. Tapi perasaan ku sangat tidak enak, dan sambil menangis aku menghampiri sesosok tubuh yang berlumuran darah. Tubukku serasa dutusuk seribu pisau, lemas. Lelaki yang belumuran darah itu ternyata ayahku. Pembalap yang ikut jatuh tak kalah kritisnya dengan ayahku. Ayahku meninggal karena kejadian itu.
Dua bulan setelah ayahku meninggal, ibu ku selalu terlihat murung. Yah, aku tau, sekarang ibuku menanggung semua beban rumah. Ibuku yang menggantikan ayah sebagai kepala keluarga. Ibuku sekarang yang bertanggung jawab terhadap masa depanku dan masa depan adikku. Pendapatan warung nasi ubuku juga belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Aku bahagia sekali ibu ku sudah bisa ceria dan tertawa kembali. Sepertinya dia telah merelakan kepergian ayahku menuju sang Khalik. Suadah tiga bulan juga aku tak pernah bermain dan menonton balap liar yang telah merenggut nyawa ayahku. Tapi malam ini, biasa umar sohib terbaikku mengajak kesana lagi. Awalnya aku menolak tapi katanya ada pembalap luarbiasa hebat, dan dia seorang wanita. Aku sangat penasaran, tapi ibuku saat itu belum pulang. Untungnya dirumah menginap bibi ku yang bisa menjaga adikku untuk tidur.
Aku biasa meluncur dengan motor matiknya Umar menuju arena balap drag liar itu. Seperti biasa, banyak orang yang berkumpul dan menonton balap liar itu. Aku beruntung ternyata balap yang ditunggu-tunggu banyak orang-orang itu pas saat aku datang. Aku penasaran melihat ingin melihat mana pembalap wanita yang hebat saat melaju di trak lurus ini. Seperti biasa balapan ini diikuti oleh tiga pembalap. Luar biasa, pembalap satu merupakan dragster bandung selatan yang terhebat, pembalap dua dragster dari lembang dan pembalap ketiga dragster,,,,.
Saat aku melihat pembalap wanita yang berjaket kulit itu, jantungku serasa berhenti berdetak. Ternyata pembalap wanita yang fenomenal yang dibicarakan banyak orang itu ternyata ibuku. Gila, aku tak percaya akan penglihatanku. Aku berusaha mendekati ibu ku, tapi sial, kerumunan orang-orang yang menonoton menghalangi langkahku. Balap dimulai sperti biasa bunyi trompet kaleng berbunyi dan kemudian peluit tanda start dimulai. Luar biasa, ketiga motor itu mengawali start dengan hentakan gas, sehingga roda depan terangkat. Gila memang, ibuku malam ini telah menjelma menjadi wanita drag yang luar biasa. Motor yang ia tunggangi adalah modifikasi motor ayahku yang ia tune up terakhir saat ia balapan. Kecepatan yang luar biasa akhirnya tanpa banyak alasan ibuku mencuim finish diurutan pertama. Ibuku, menang. Tak kalah mencenangkan, bahwa kemenangan ibuku berarti membawa uang taruhan sebesar sepuluh juta rupiah. Benar-benar gila.
Pagi hari setelah malam yang menegangkan bagi, aku meliahat ibu suadah menyiapkan sarapan untukku. Ibuku juga bersiap-siap bernagkat ke sekolahku untuk jualan nasi. Aku dan ibuku berangkat kesekolah dengan menggunakan seperah tua yang dimodif ada boncengan sreta tempat barang-barang ibuku untuk berjualan. Dalam perjalanan aku berkata pada ibuku.
“bu.. aku mo bilang sesuatu sama ibu”.
“ada apa io… bilang aja??” jawab ibu.
“aku benci banget sama ibu” kataku sambil mendekatkan mulutku pada badan ibuku. Aku melihat ekspresi terkejutnya dai saat aku berkata seperti itu.
“aku benci sama ibu, karena ibu kenapa ikut balapan liar? Sesuatu yang mengambil nyawa ayah begitu saja.. kenapau bu? Aku gak mau terjadi apa-apa sama ibu…”
“tapi io.. ibu Cuma mau menutupi kekurangan kita”
“alasan ayah juga ketika balap terakhir seperti itu bu? Aku gak mau hal yang terjadi sama ayah akan terulang lagi sama ibu” jawabku dengan menangis.
Malam setelah kejadian itu, pukul 21.00 ibuku mengajak ketempat arena balap liar. Saat itu jalanan masih ramai dan aroma balap liar belum ada. Disitu dibuku berkata padaku.
“io… malam ini ibu balapan, balapan ini dialakuakan secara teg team”
Balapan secara tag team merupakan balapan yang dilakukan dua orang atau lebih, dimana salah satu pembalap menyelesaikan lintasan balapnya kemudian diteruskan pada pembalap berikutnya secara bergantian, ini seperti sistem lari estafet. Pada balapan drag diBandung, sistem balap drag tag team diikuti oleh dragster-dragster yang bukan sembarangan. In I ajang balap dragster tingkat tinggi. Yang lebih bikin aku terkejut sampai mati yaitu aku mengetahui ibuku seorang dragster setelah 3 bulan ayah ku meninggla. Berarti selama 2 bulan ibu ku bisa menjadi seorang dragster yang ditakuti dan merajai balap drag di daerahku. Ternyata ibuku seorang pembalap jenius yang dengan waktu singkat m,erajai tahta dragster didaerahku bersama motor peninggalan ayah. Benar-benar gila.
Malampun datang, pukul 1 dini hari suasana balap mulai tecium. Dragster-dragster kacangan mulai beraksi lebih dulu. Sampai saat waktu yang telah ditentukan. Waktunya tiba, aku bersama umar b erada di baris depan dekat start sekaligus tempat pertukaran pembalap pada drag tag team. Ternyata 1 tim hanya dua pembalap, ibuku dengan memakai motor ayahku berkerja sama dengan joki dari bengkel tempat ayahku bekerja dulu. Lawannya tak kalah gila, tim 2 ialah duet ketua geng motor diBandung yang terkenal sadis dan dragster dari bengkel balap di Bandung yang langganan menang road race resmi.
Balap akan segera dimulai, suara terompet yang tak asing lagi bagiku berbunyi. Itu tanda kalau pembalap harus bersedia siap di strat masing-masing. Ternyata ibuku pembalap kedua yang bertukar dengan starter setimnya dari bengkel bekas ayahku bekerja dulu. Mungkin ibuku disiapkan sebagai amunisi akhir.
Peluit akhirnya ditiupkan. Dengan segera ketiga pembalap awal melesat. Tapi sayang, rekan setim ibuku kalah start (telat) di banding pembalap lain. Pertarungan akan semakin sulit ketika samapai diujung tikungan, maka ketiga pembalap itu harus berbalaik dan menuju ke titik start awal untuk bertukar dengan pembalap kedua. Kelicikan dan kecurangan mulai tampak. Saat rekan satu tim ibuky mulai mengambil belokan, ban roda belakang si ketua genk itu sengaja menyenggol ban depan rekan ibuku itu. Otomatis motor goyang dan tidak seimbang. Beruntung masih selamat dan tidak jatuh dikecepatan tinggi. Saatnya ibuku beraksi. Saat rekan ibuku menyentuh start langsung ibuku melesat.cepat. luarbiasa. Di tengah kerumunan orang, saat pedal gas ditarik dalam-dalam, suara mesin motor ayahku seolah teriak semangat saat ibuku memacunya. Saat lintasan lurus ibuku berhasil menyalip dragster dari bengkel balap terkemuka dibandung itu. Selanjutnya ibuku langsung mengancam posisi si duet genkster ke dua itu. Saat tiba di titik balik lintasan. Ibuku mengambil ancang-ancang belok kekanan. Dia mengambil jalurdalam belokan dari belokan itu. Anak genk itu kaget karena ibuku bisa menyalip dari sempinya celah antara batas dalam titik nalaik belokan dan badan motornya. Kelicikan nya dimulai. Hal yang sama dilakukan oleh anak genk itu pada ibuku. Satu yang ia tidak ketahui, yaitu hal yang sama tidaka akan menimbulkan keberhasilan yang sama pula. Kejeniusan ibuku sebagai pembalap terlihat disisni. Saat motornya di senggol oleh anak genk tersebut. Kaki kanan ibuku turun sambil menyentak aspal kemudian melakukan sliding pada roda belakang. Anak genk itu kaget setengah mati. Bukan motornya menyenggol motor ibuku tapi malah motornya oleng karena tersenggol ban belakang motor ibuku. Akhirnya posisi pertama bisa direbut. Tanpa ragu, ibuku melesat pertama dan mencapai finish kemenangan. Temanku Umar yang mulutnya selalu ternganga melihat aksi ibuku, dan orang-orang yang tidak percaya akan kemenangan ibuku melawan pembalap gila-gla itu, bersorak ketika ibuku mencapai finis dan menang. Ternyata ibuku seorang pembalap yang jenius dan aku bangga memiliki ibu seorang dragster.

THE END

27 APRIL 2010

Rabu, 03 Februari 2010

naskah iklan radio

K. Affan Farisi

H34070087 / AGB 44

NASKAH IKLAN RADIO – SUNLIGHT

  1. MUSIK: LAGU TARI PADANG (FADE IN – UNDER)
  2. PRIA: Ciek duo tigo angkek piriang putar atas angkek piriang putar bawah putar kiriputar kanan…
  3. SFX: PIRING JATUH DAN PECAH
  4. MUSIK: LAGU TARI PADANG (FADE OUT)
  5. WANITA: (MENJERIT) Aaaaaaa…
  6. PRIA: Onde mande kenapa licin benar piring kalian?
  7. WANITA: Padahal habis makan langsuang kami cuci uda…
  8. PRIA: Aaa.. Barangkali sisa lemaknya tidak bersih, ayo cuci lagi dengan sunlight cair, supaya kesat, bersih dan tidak bau amis.
  9. WANITA: Yok ayo ayo (Mengajak teman-temannya)
  10. NARATOR: Sunlight cair bersih bersinar bebas lemak
  11. PRIA: Ayo adiek-adiek…
  12. SFX: TEPUK TANGAN
  13. PRIA: Kito menari lagi, piriangnya sudah siap!
  14. MUSIK: LAGU TARI PADANG (FADE IN – UNDER)
  15. PRIA: Ciek duo tigo…
  16. JINGLE TAGLINE SUNLIGHT: Bersih bersinar sunlight
  17. SFX: BUNYI KESAT DI PIRING

Produk Oli Top Ten

SFX : Suara motor ngadat.. brebet..bet..bet..

man 1 : waduh bang knp neh motornya?

man 2 : motor akang mogok wae euy?? boros lagi..?? kenapa yaa? (bingung)

SFX : suara motor di gas dan berbunyi letupan knalpot.

man 1 : waduh akang ini motor pakai oli apa seh? makanya pke ini…. OLI TOP TEN, oli standar

internasional yang punya tingkat liquid seimbang dan sesuai dengan kondisi motor, sehingga motor lebih awet, irit bahan bakar dan lancar terus.

man 2 : waduh… berarti selama ini akang ketipu donk?? ternyata oli ini yang bikin rejeki akang

seret ..

man 1 : makanya kang pakai oli top ten, motor jadi beken rejeki paten..

Jingle top ten : Top ten selalu melindungi..

SFX : suara gerunagan motor ( berrrrmmmm…)

soal integer programing mkb 2

K. Affan Farisi

H34070087 / AGB 44

Contoh Soal:

1. Sebuah perusahaan manufaktur elektronik “The Flash” memproduksi 2 buah produk kipas angin dan lampu gantung. Tiap‐tiap produk tersebut membutuhkan 2 tahapan produksi, yaitu penyolderan (perakitan komponen elektronik) dan assembling (perakitan komponen non‐elektronik) penyolderan membutuhkan waktu 2 jam untuk lampu dan 3 jam untuk kipas angin, sedangkan assembling membutuhkan waktu 6 jam untuk lampu dan 5 jam untuk kipas angin. Perusahaan tersebut hanya mempunyai waktu untuk penyolderan 12 jam dan assembling 30 jam kerja per minggu‐nya. Bila lampu gantung memberikan keuntungan sebanyak Rp. 7000 dan Kipas angin memberikan keuntungan Rp. 6000 per unit, formulasi keputusan produksi perusahaan The Flash.

2. Segitiga :

Dibaca 3 buah bilangan riil sebagai data, yang mewakili panjang segment garis dalam centimeter. Buatlah analisis untuk menentukan apakah ketiga segment garis tersebut dapat membentuk sebuah segitiga. Output yang diharapkan adalah : “Dapat membentuk segitiga”, jika ya atau “tidak mungkin membentuk segitiga” jika tidak.

Apa komentar anda?

sinopsis medis (media siaran)

K. Affan Farisi

H34070087

SINOPSIS

Saat ini segala sesuatu selalu bergerak secara dinamis begitu pula keadaan pasar. Pasar selalu mengalami perubahan disebabkan oleh kebutuhan konsumen, karakteristik konsumen, kebutuhan dan keinginan serta budaya pada suatu daerah tertentu. Pasar merupakan tujuan utama bagi perusahaan yang akan memasarkan produk-produknya untuk dapat sampai ke konsumen serta mendapatkan bagian tersebdiri di hati konsumennya untuk mengkonsumsi produknya. Saat ini perubahan pasar yang paling terlihat yaitu Globalisasi dan lokalisasi.

Globalisasi merupakan suatu kondisi dimana perkembangan teknologi, komunikasi dan bisnis begitu cepat mendunia. Sedangkan lokalisasi adalah penyesuaian perusahaan yang telah mengglobal dengan daerah atau tempat yang di tempatinya dalam berusaha atau berbisnis. Pengaruh Globalisasi pada konsumen saat ini yaitu, produk yang dikonsumsi secara mendunia dan mengglobal, produk impor membanjiri pasar dan product safety.

IDENTIFIKASI PROGRAM

01. Mata pelajaran : Dinamika pasar agribisnis

02. Pokok Bahasan : Perubahan pasar

03. Sub Pokok Bahasan : Perubahan pasar karena globalisasi dan lokalisasi

04. Topik/Judul : Perubahan pasar yang begitu cepat

05. Durasi : 20 menit

06. Sasaran : Mahasiswa S1 dan masyarakat umum

07. Tujuan Instruksional Umum : Para mahasiswa dan masyarakat umum dapat

mengetahui informasi tentang perubahan pasar yang di pengaruhi oleh permintaan konsumen dan arti dari globalisasi dan lokalisasi.

08. Tujuan Instruksional khusus : Setelah mengikuti program video ini, di harapkan siswa

dan masyrakat umum dapat :

a. Menjelaskan berbagai komponen yang dapat mempengaruhi perubahan pasar.

b. Menjelaskan kondisi sekarang pada pasar dalam suatu bisnis.

c. Menjelaskan pengertian globalisasi dan lokalisasi dalam pasar global

09. Pokok Materi : a. Komponen yang dapat mempengaruhi perubahan pasar

b. Kondisi sekarang pada pasar dalam suatu bisnis.

c. Pengertian globalisasi dan lokalisasi dalam pasar global.

10. Format : Program naratif

11. Penulis : K. Affan Farisi

12. Pengkaji materi : -

13. Pengkaji Media : -

14. Casting :

- Presenter dan Narator

- Pelaku dan pakar bisnis

- Masyarakat umum.

15. Setting : Didalam dan di luar Studio

16. Properties :

- film dokumenter (Slide show)

- Jas

- Laptop

- LCD

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger