Halaman


Senin, 16 Agustus 2010

Ekuilibrium cinta.

Elok, cantik, smart, modis, tajir. Semua kata-kata itu yang terlempar dari mulut seseorang tentang Rany. Badan yang lamgsing semampai tapi berisi, dengan tinggi 171 cm membuat hamper sempurna cewe ini. Siapa yang tak kenal rani, primadona fakultas bahkan kompleks rumahnya. Kulit putih bersihnya membuat semua orang ingin merasakan lembutnya. Ya itulah rani. Berbeda sekali dengan kembaran nya Rina. Gadis sederhana, cantik, smart dan pendiam. Memang sangat berbeda sekali dengan kembarannya Rani.

Mereka lahir di Paris, Prancis. Ayah mereka ketua kedutaan Indonesia di Prancis. Dan sekarang mempunya usaha café dan tempat clubbing besar di Jakarta. Ibunya berasal dari Prancis. Terbayangkan betapa indahnya campuran Indonesia dan Prancis.

Rani dan rina meski kembar memiliki perbedaan sifat yang agak jauh. Memang dibidang prestasi akademik mereka berdua sama-sama menonjol, tapi tidak dengan kisah cintanya. Rani jauh lebih berpengalaman di banding rina. Rani merupakan cewe yang suka bosenan dan sering sekali gonta-ganti pasangan. Dia tak mau punya cowok yang gak punya mobil, ini juga harus dengan spesifikasi mobil kelas menengah keatas. Rani juga tak segan-segan berhubungan dengan orang yang sudah mapan dan beristri hanya untuk menyengkan hatinya, dan setelah bosan lalu dibuang. Berbeda sekali dengan rina,yang hanya baru satu kali pacaran dengan kakak kelasnya pas SMA dulu. Itu juga tak seperti gaya berpacaran pasangan muda-mudi lainnya. Itu juga hanya berlangsung sangat sebentar, 1 bulan.

Hari ini hari memulai kuliah mereka setelah libur semesteran. Mereka berdua baru semester 3. Mereka berada dalam satu fakultas tapi berbeda jurusan. Rani dengan gayanya yang elegan memikat berniat hari pertama kuliah pada semester baru ini adalah harinya. Efek penampilan bagi orang-orang yang selalu kagum dan menyukainya. Celana jins biru dengan kaus casual dtambah wangi yang membuat semua orang tergila-gila pada cewe cantik ini. Sementara rina memang sederhana, memakai pakaian yang biasa tapi tetap terlihat modis.

Tok.. tok…
“Non rani, non rina…. Taun sudah menunggu untuk sarapan dibawah”.
“ iya… sebentar bi.. lagi tanggung neh…” teriak rani pada pembantunya.
Rina langsung kebawah untuk bertemu ayahnya yang sedang sarapan tanpa berlama-lama dandan seperti Rani.
“Pagi yah…” sapa manis Rina pada ayahnya yang sedang duduk di meja makan lau mencium pipi ayahnya.
“Pagi juga…, mana kakak mu? Kok lama banget, ntar telat lho.?”
“ ah ayah kayak gak tau rani aja? Mandi aja ngonser dulu n make up nya juga sejam.. mau ke mall apa kampus seh? Hehehe..” ledek rina.
Rani turun dari kamatnya sambil setengah berlari saat menuruni tangga.
“Ayaaaah… mmmuach…” sapa Rani sambil mencium pipi ayahnya.
“Ehmm… wangi banget anak ayah yang satu ini?”
“Iya donk? Efek halo neh hehehe… penampilan tuh no, 1 hehehehe”
Kak.. cepet makannya ntar telat lho?
Ihh… sabar she… belumjuga makan….” Gerutu rani.
Iya.. udah jam 8 kurang 15 neh? Nanti kalian telat lho?” kata ayah.
“ Wah gawat? Benerjuga yaudah aku berangkat ya yah? Rin lo ja yang bawa mobil gue yah? Gue mau makan di mobil..”
“ huuu dasar.. yaudah deh yah aku berangkat dlu yah…”
Mereka berdua dengan cepat menuju ke garasai dan memacu mobil menuju ke kampus.
***

Keramaian kampus dan orang-orang yang berlalu lalang membuat kedua cewe ini kangen dengan suasanannya. Gedung-gedung fakultas yang menjulang serta mata kuliah yang negebuat pusing. Setekah memarkirkan mobilnya mereka berdua berjalan menuju fakultasnya yang tak jauh didepannya. Wangi, mungkin itu yang dirsakan orang yang berpapasan dengan rani. Sedangkan rina tetap sebagai cewe yang cool.

“hai rani, rina… sapa teman-teman kampusnya, tapi hanya teman yang disukai saja yang dibalas sapa oleh rani. Ini merupakan hari pertama kuliah setelah liburan. Mereka berdua berdua di pertigaan menuju depatetmen masing-masing. Rani bertemu teman segenk nya, maya dan nana. “Hai rani makin cantik ja lo” sapa teman nya. “hehehe iya donk, yuk masuk kelas gue mau hunting-huntung neh” jawab rani. “ ah dasar lo gak berubah ja kebiasaan lo hehehe” tambah temannya. Mereka bertiga masuk secara berbarengan, suda ketebak mata cowo2 melirik ke tiga cewe itu terutama pada rani yang indo-prancis.

Sebulan kuliah telah berjalan, ternyata rani punya saingan, ya, saingan dalam belajar. Seorang cowo pendiam yang cool banget. Remaja mesjid tapi modis. Namanya bayu. Rani sangat tidak menyukainya, bahkan bisa benci banget. Suatu saat nilai kuis mata kuliahnya kalah oleh bayu dan hanya selisih 2 poin saja rani sudah kesal tak karuan.

“sial tuh cowo, lain kali gue yang kalahin dia”. Rani memang cewe ambisius yang mau setiap keinginannya terpenuhi.
Pada siang hari yang terik, Bayu berjalan menuju kantin. Dia kaget melihat rina, tapi agak pendiam dan terlihat tidak mencolok. Ia coba beranikan diri tuk bertanya dan menyapa.
“Rani.. mau kekantin yaa..”
Cewe itu hanya terseyum dan senyum itu manis sekali. “aku bukan rani, tapi kembarannya Rina”
Sontak Bayu tambah kaget lagi kembar yang identik bagai paramaecium yang melakukan pembelahan biner ternyata mempunyai sifat yang jauh berbeda.
“ehmm.. mau kekantin ya?”
“iya..” jawab Rina.
“bareng yuk gue pengen ngobrol-ngobrol neh, boleh gak?”
Rina hanya mengangguk saja dan mereka pun berjalan berdua. Obrolan mereka tak terasa selama 2jam. Rina merasa senang sekali dan nyaman ngobrol dengan bayu. Akhirnya mereka berpisah untuk bertemu lagi besok.

kuliah pun terus berjalan. Rani seakan menyerah selalu kalah dalam hal apapun dengan bayu. Sampai suatu saat ada tawaran tes untuk beasiswa ke New Zealand. Rani ingin sekali ikut tapi tes nya sangat sulit dan dia butuh orang yang bisa mengajarkan dia. Teman segenknya menyarankan untuk belajar pada bayu. Tapi rina awalnya gak mau, dan dengan terpaksa rani mengiyakannya. Saat rani bertemu bayu langsung jurus jitunya dikeluarkan.
“ehm.. bayu..” sapa rani
“oh ya ada apa?” bayu hanya menoleh lalu melanjutkan jalannya.
“ih.. kok jalan terus seh? Gue mo ngomong ma loe?
“ ngomong apa? Ntar malah gue diincer ma cowo2 yang suka ma lo lagi?”
“ih apaan seh? Gue mo jadi temen lo?”
“hah? Bukan lo benci banget ya ma gue?”
“ah.. nggak kok.. yah gue bolehkan jadi temen lo?” sambil menyodorkan tangan nya pada Bayu.
Bayu hanya terdiam “ yaudah deh “ bayu menyambut sodoran tangan nya rani, dan rani tersenyum manis.
Hari esoknya. Bayu yang sedang minum dikantin kaget, karena rani tiba2 muncul didepannya.
“woy.. bengong aja? Ehmm… bis kuliah lo ada acara gak? Gue boleh minta ajarin sesuatu gak ma loe?”
“sesuatu? Apaan?”
“gue mo belajar donk ma loe? Boleh gak?”
Wajah bayu berubah heran, dan sangat terkejut.
“hah? Gak salah loe? Lo bukan kesel banget ma gue? Pa lagi lo kesel banget klo nilai gue lebih gede dari lo?
“ah biasa ja kali.. yahh..yah.. plisss…..” dengan memamerkan wajah cantik yang melas. Tak ada seorang cowo yang tahan bila di gitukan.
“duh ya sudah deh.. tapi gue kan bisa ja? Ya sudah gue lakukan semampu gue yah?”

Hari-hari terus berlanjut, tanggal tes beasiswa itu pun semakin dekat. Suatu hari bayu dan rina berpapasan di jalan. Mereka berdua saling seyum. Jelas mereka sudah sangat dekat, karena biar tidak hubungan langsung di kampus mereka berdua saling smsan dan komunikasi di dunia maya.

“rina.. kamu ada waktu luang gak? Makan bareng yuk?”
Rina hanya terseyum sambil menganggukkan kepalanya. Memang wanita yang sangat pendiam dan tak banyak omong. “Luarbiasa ni cewe” piker bayu dalam hati. Saat mereka berjalan berdua, tiba-tiba rani kembaran rina yang genit dan pecicilan langsung memegang tangan bayu. Langsung menarik sehingga bayu menjauh dari rina.
“Rin gue pinjem dlu ya bayu..”
“eh gue lagi ngobrol sama rina? Gimana seh? Jawab bayu risih.
“aaah ayo donk? Gak apa2 kan rin?” jawab rani sambil memaksa.
“iya gak apa2 kok.. bay lo ikut sama kakak gue aja..” jawab rina sambil menahan wajah kecewa.
“maaf ya rin” kata bayu sambil pergi menjauh dari rina.
Sakit. Rina tertunduk. “kenapa gue selalu kalah sama kakak gue? Apa kurang nya gue?”. Tak sengaja air mata rina menetes. Menangis. Menangis karena seorang yang mungkin sudah mengambil hatinya. Seorang yang mampu membuatnya nyaman. Seseorang yang dapat membuatnya rindu. “ ah kenapa seh gue? Apakah gue jatuh cinta sama bayu?, tapi, dia kan bukan siapa2nya gue? Ah gue gak kuat.

Hari pengumuman beasiswa itu pun tiba. Pengumuman itu terpampang di madding rektorat. Rani dengan ditemani bayu dan rina dengan serius memperhatikan pengumuman itu dengan sangat tegang. Akhirnya pada no. 34 terpampang Rina S. lulus beasiswa ke new Zealand. Sontak rian teriak dan melompat girang.
“ horeee… gue lulus bay.. rin… gue lulus beasiswa”
“Selamat ya ran” kata bayu.
“selamat ya kak…”
Huh.. makasih juga semua tapi untuk membuat kebahagiaan gue sempurna, hari ini, detik ini, geu akan dedikaasi cinta gue!!, Bay gue tuh suka banget sama loe, gue bener2 jatuh cinta ma lo.. mau kan lo jalanin hubungan ini ma gue?”
Wajah rina dan bayu sontak kaget. Mereka tak menduga, apalagi rina yang tau selera kakak nya bila memilih pasangan.
“ran bukan maksud gue begini, gue ajarin semua yang gue bisa karena gue pengen loe keterima di universitas New Zealand, gue sayang ma lo tapi hanya sebatas teman. Gue bukan orang yang cocok buat loe” jawab Bayu denagn dingin.
“tapi kenapa? Image gue yang matre dan suka gonta-ganti pasanagn ya? . Bay jujur semenjak gue kenal loe, selera gue berubah! Gak tau ini yang dinamakan sayang yang tulus buat seseorang. Gue baru ngerasain ini sama loe…”
“maaf banget ran, tapi sekarang udah ada orang yang sangat gue kagumin, dan gue benar2 cinta dia…”
“siapa orang yang beruntung banget, bisa lo cintain gitu? Siapa?” bentak rani sambil meneteskan air mata nya.
“Orang itu adik loe sendiri ran.., gue jatuh cinta sama Rina, gadis pendiam yang penuh misteri..”
Sontak rina yang berada disitu juga sangat terkejut dengan kejujuran bayu. Sedangkan rani terdiam saat mendengar bahwa orang yang sangat dicintai bayu adalah adiknya sendiri.

“ran.. bukan maksud gue nyakitin loe.. gue mungkin bukan orang yang terbaik buat loe. Gue dan rina keterima beasiswa ke Jepang, dan satu hal lagi pesan gue, jangan bermain dengan cinta dan perasaan. Karena itu sakral bagi setiap orang.”
Setelah berkata itu bayu dan rina meninggalkan rani yang duduk terdiam. “Biarlah rani merenungi apa yang telah ia perbuat selama ini, dan sesungguhnya ia akan mendapat pasangan yang cocok dengannya nanti” kata bayu pada rina. “iya” jawab rina dengan melempar senyum yang manis sekali.


The end

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger